Utuk ayah Yang aku sayang,,,,,
tanpa mngurangi rasa hormat ku, aku tulis cerita ini dalam keadaan rasa berdosa,,,
bukan aku menyalahkan ayah karna hidup ku seperti ni, karna aku terrlalu malasuntuk mmenyalahkan siapapun...
perlu ayah ketahui aku membenci sosok ayah yg ada pada ayah bukan tanpa alasan, bukan tanpa sebab..
Sejak aku kecil aku selalu diterbalangkan, selalu di nomor sekiankan, aku belum sadar waktu itu, tepatnya saat aku sekolah SMP, HAL ITU SEMAKIN NYATA, aku selalu di bedakan dengan kakak, aku bertanya dalam diri ku sendiri, knapa aku harus di beda2kan, apa yang salah pada diri ku, aku tdak mintak untuk di sekolahkan di kota, aku tidak minta di bbelikan HP...
AKU HANYA INGIN kalian tahu aku juga anak kalian, aku juga ingin sekolah,
AYAH, tidak akan pernah ku lupakan bagaimana ayah menentang aku sekolah,,,
ayah yang menyuruhku tamat SMP untuk bekerja mencari uang, untuk keluarga,,,
AYAH, Dri SMP aku sudah sekolah sendiri,,, sma aku pun begitu,,,
SMP aku rela mencari pekerjaan lain hanya untuk beli buku,,,
SMA aku hanya mengandalkan kebaikan orang untuk sekolah,,,
AYAH , kini aku sudah ada di perguruan tinggi tanpa uang dari ayah,,
ayah kini aku sedang duduk di semester 6..
AYAH, tepatnya saat Kulyah, ayah menjualkan tnah untuk membiayai kakak menikah untuk ke dua kalinya,,,
Ayah, dmi kakak ayah rela jual tanah rumah, aku berusaha untuk menebusi tanah itu , aku pinjam uang sana siini,,,
hingga pada ahirnya aku berhasil menebusi tanah itu,,, dan untuk ke2 kalinya ayah jualkan lagi uang itu unntuk kakak,,,
AYAH, tidak kan ayah bisa berkorban itu untuk ku seperti itu,,, ayah jualkan tanah itu ke 2 kalinya tanpa ayah berfikir dari mana aku dapat uang untuk menebusi surat tanah itu,, ayah tidak pernah bertanya itu,,, aku harus korban kan uang kulyah,, demi membayari utang itu,,,,
AYAH untuk kesian kalinya lagi ayah pergunakan nama ku untuk pinjam auang ke sana sini, ayah pergunakan alasan KULYAH ku, seolah ayah yang yang susah payah mengulyahkan aku,,
AYAH tidak engkau tau aku disi berjuang untuk harkat dan martabat keluarga,,, tapi ayah malah memanfaatkanya untuk kepentingan ayah,,
AYAH, Saat ni ku sedang sakit,, tapi aku ingin menyelesaikan kulyah ku,,, aku tidak perduli apapun yang terjadi pada ku nantinya,,,
AYAH, JIKA NANTI AKU SIDAH TIDAK ADA DI ANTARA KALIAN satu hal yg ingikan dari ayah,,, Jadilah sosok ayah yang sebnarnya, yang bertanggung jawab pada keluarga, pada anak2 ayah,,, mereka memang masih kecil, tapi nanti mereka akan besar dan sadari apa yg ayah lalukan,,
AYAH, JANGAN SAKITI IBU KU LAGI, ibu yg slma ini ayah anggap gila,,, dialah yang selama ini mambu menyekolahkan kami, dia yang memperjuangkkan kami, tanpa diri mu ayah,,,
MAAFKAN ATAS KEBENCIAN INI AYAH.........
WALAU BAGAIMANAPUN AYAH TETAPLAH AYAH KU.....